Kamis, 08 Desember 2016

CF - Lerby Eliandry



Lerby Eliandry Pong BaruPusamania Borneo FC
Tanggal Lahir:21 Nov 1991 (Usia 25)
Negara:Indonesia
Peranan:Striker
Nomor Punggung:12
Tim Nasional:Indonesia


Lerby Eliandry Pong Baru (lahir di SamarindaKalimantan Timur21 November 1991; umur 25 tahun) adalah pemain sepak bola Indonesia yang saat ini bermain untuk Pusamania Borneo F.C.

Karier

Bali United Pusam F.C.

Lerby mengawali kiprahnya di QNB League 2015 dengan catatan yang sangat baik. Mengantongi tiga gol dalam dua pertandingan, Lerby telah berhasil menyamai total perolehan golnya musim lalu. Lerby mencetak ketiga golnya saat Bali United Pusam menjalani pertandingan tandang ke Perseru Serui dan Persipura Jayapura.[1]

Pusamania Borneo F.C.

2016

Lerby bergabung pada awal tahun 2016. Dan menjalankan turnamen debut pada Piala Gubernur Kaltim 2016.[2] Ia juga dibawa untuk mengarungi kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016.
Lerby mencetak gol debutnya pada pekan ketujuh melawan Persegres Gresik United. Masuk sebagai pemain pengganti, Lerby menutup kemenangan Pesut Etam 5-0 pada menit 90.

Kehidupan pribadi

Lerby merupakan anak dari pasangan Andreas Sampe Tangaran dan Elisabeth Pasang Batu. Sejak duduk di bangku sekolah dasar pula anak pertama dari dua bersaudara itu sudah piawai mengolah bola.

CF - Boas Salosa



Boas SalossaPersipura
Nama Lengkap


Tanggal Lahir:
Boas Theofilus Erwin Salossa

16 Mar 1986 (Usia 30)
Negara:Indonesia
Peranan:Striker
Nomor Punggung:7
Tim Nasional:Indonesia


Boaz Theofilius Erwin Solossa[1] atau lebih dikenal dengan nama Boaz Solossa (lahir 16 Maret 1986; umur 30 tahun) di Sorong, adalah pemain sepak bola Indonesia. Saudara-saudaranya, Ortizan dan Nehemia, juga pemain sepak bola. Boaz saat ini bermain di Persipura Jayapura
Boaz merupakan salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia. Dia dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, akurasi umpan yang baik, tendangan dengan kaki kiri, serta teknik dribbling di atas rata-rata. Dalam urusan mencetak gawang, Boaz juga satu-satunya pesepak bola nasional yang mampu bersaing dengan striker asing untuk menjadi top scorer ISL.
Dia pernah dijuluki sebagai anak ajaib, ketika dibawa oleh Peter Withe dan menampilkan penampilan memukau di Ho Chi Minh, saat ia tampil bersama Tim Nasional Indonesia di ajang Piala Tiger 2004.
Pada tahun 2011, Boas mendapat tawaran untuk bermain di klub Belanda VVV-Venlo, tetapi karena keluarga dia memilih untuk tetap bermain di Persipura Jayapura.

Karier Klub

PS Putra Yohan

Boaz membela PS Putra Yohan, sebuah Klub amatir yang berada di Papua dengan status pemain binaan, pada tahun 1999 sampai 2000.

Perseru Serui

Boaz membela Perseru, sebuah klub amatir yang berada di Papua dengan status pemain binaan, pada tahun 2000 sampai 2001.

Tim PON Papua

Boaz dipanggil dalam Tim PON Papua untuk diperlombakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional ke - 16 Indonesia. Saat itu ia berumur 15 tahun.
Dari Tim PON Papua inilah bakatnya tercium oleh Peter Withe, pelatih Tim Nasional Indonesia kala itu, dan membawanya menuju Piala Tiger 2004 saat ia berumur 17 tahun.

Persipura Jayapura

Sejak Tahun 2005, Boaz membela Persipura Jayapura dan kini dipercaya untuk menjadi kapten untuk memimpin rekan-rekannya.

2016

Pada pekan keenam melawan Barito Putera, Boaz berhasil mencetak gol memperkecil kedudukan menjadi 3-2, pada menit ke-51. Bahkan, lima menit berselang Boaz mampu membawa tim Mutiara Hitam menyamakan kedudukan menjadi 3-3.Laporan Pertandingan: Persipura Jayapura 5-4 Barito Putera
Melawan PS TNI pada pekan selanjutnya, Boaz kembali mencetak gol memanfaatkan kesalahan barisan pertahanan PS TNI memotong umpan terobosan, dan selanjutnya menaklukkan Dhika Bayangkara. Persipura mampu mempertahankan skor 3-1 hingga pertandingan berakhir.[3]

Nama

Dikenal sebagai "Boaz," nama depannya sebenarnya dieja sebagai "Boas," seperti yang muncul pada dokumen resminya seperti kartu identitas dan paspor. "Boaz" sebenarnya nama bergaya pertamanya yang ia lebih suka digunakan di bagian belakang jersey Persipura Jayapura. Ketika bermain untuk tim nasional, ia menggunakan nama "Boas." Keluarga Namanya "Solossa" umumnya keliru sebagai "Salossa" atau "Salosa."

Keluarga

Boaz lahir di keluarga Solossa, keluarga terkenal di Provinsi Papua Barat. Pamannya, Jaap Solossa, adalah Gubernur Papua sebelum ia meninggal pada tahun 2005. Boas lahir di sebuah keluarga sepak bola juga, menjadi bungsu dari lima bersaudara. Hampir semua dari mereka adalah profesional sepak bola, termasuk saudaranya Ortizan dan Nehemia Solossa. Memiliki kemiripan wajah dengan kakak kandungnya Ortizan, yang juga pemain sepak bola profesional, membuat banyak orang yang sering salah setiap kali bertemu kedua pemain ini.

Kontroversi

Boaz memiliki temperamen yang meledak-ledak, pada 25 Oktober 2005 ia dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun tidak boleh bermain sepak bola di ajang nasional maupun internasional oleh PSSI karena terbukti menendang wasit dalam pertandingan Piala Indonesia antara Persipura melawan Persebaya pada 12 September 2005.
Boaz pernah berulah dengan menolak panggilan PSSI untuk membela Tim Nasional Indonesia U-23. Hal itu membuat otoritas sepak bola nasional berang dan mengancam menjatuhkan sanksi berat. Salah satunya tidak mengizinkan Boaz dan beberapa pemain lain yang menolak tampil bersama Tim Nasional Indonesia, untuk tampil di pentas resmi PSSI. Tapi akhirnya hukuman itu tidak dijatuhkan, setelah Boaz bersedia kembali tampil, pada tanggal 28 maret 2007 pada pertandingan Tim Nasional Indonesia U-23 melawan Tim Nasional U-23 Libanon, namun mengalami kekalahan dengan skor 2-1 untuk keunggulan Tim Nasional U-23 Libanon.
Meski berstatus pemain sepak bola profesional, Boaz terkadang masih sering sulit meninggalkan kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol. Ia bahkan pernah nyaris dipulangkan dari pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di Australia oleh pelatih Peter Withe, karena kedapatan mabuk. Seiring dengan itu, penampilannya pun mulai meredup yang membuat Peter Withe mencoretnya.
Sikap profesional memang sepertinya masih sulit untuk ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa dilihat dengan kecelakaan yang ia alami saat mengejar seekor ayam di sekitar tempat tinggalnya di Jayapura tanpa mengenakan alas kaki. Akibatnya, ia menginjak pecahan beling dan harus mendapatkan beberapa jahitan di kakinya, yang membuat ia terpaksa absen membela klubnya Persipura dalam beberapa pekan.

Cedera parah

Di tengah kariernya sedang menanjak, ia pernah mengalami cedera serius yang membuat ia nyaris melupakan sepak bola untuk selamanya. Cedera patah kaki kanan saat tampil membela Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Hong Kong di ajang internasional memang hampir saja membunuh karier bermain sepak bolanya. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk Tim Nasional Indonesia.[4]
Banyak rumor mengatakan bahwa tim nasional Indonesia tidak membiayai perawatan Boaz saat cedera parah kala melawan Hong Kong. Dikabarkan kubu Persipura yang mau menanggung semua biaya operasi Boaz. Sejak saat itu, komitmennya terhadap timnas Indonesia mulai dipertanyakan.

Karier Internasional

Boaz setelah mencetak gol melawan Arab Saudi
Debut internasional Boas adalah melawan Turkmenistan pada tahun 2004 untuk kualifikasi Piala Dunia 2006 di mana Indonesia menang 3-1 dan Boas membuat dua assist untuk rekan setimnya Ilham Jaya Kesuma. Boas dianggap prospek yang cerah di sepak bola Indonesia setelah bermain cemerlang di Piala Tiger 2004, di mana Indonesia dikalahkan oleh Singapura di rumah dan pertandingan tandang, yang mengakibatkan skor agregat 5-2 ke Singapura. Di fase grup, Boas berhasil mencetak 4 gol dan bersama dengan Ilham Jaya Kesuma, yang mencetak 7 gol, keduanya memimpin chart top skor.
Dia mendapat cedera patah kaki parah dalam pertandingan persahabatan melawan Hong Kong, ini membuatnya absen dari Piala Asia 2007 dan menghilang dari sepak bola selama sebulan banyak.[4]
Banyak rumor mengatakan bahwa tim nasional Indonesia tidak membiayai perawatan boaz saat cedera parah kala melawan Hong Kong. Namun klub Persipura yang mau menanggung semua biaya operasi Boaz. Sejak saat itu, komitmennya terhadap timnas Indonesia mulai dipertanyakan.
Pada 8 Oktober 2010, tim nasional indonesia bertanding melawan tim nasional Uruguay dalam pertandingan persahabatan. Boaz yang turun sebagai starter mampu mencetak gol cepat, tepatnya di menit 14 boaz mendapat umpan dari Bambang Pamungkas dan menggiring bola masuk kotak penalti. Dalam duel satu lawan satu, ia berhasil tampil tenang dan menaklukkan Juan Castillo, sebelum menyontek bola masuk gawang tim tamu. Dalam pertandingan persahabatan itu Indonesia harus mengakui keunggulan Uruguay yang tampil dengan skuad terbaiknya dengan skor telak 1-7 lewat Hat-trick Edinson Cavani dan Luis Suarez serta satu gol dari Sebastián Eguren.[5]
Pada 23 Maret 2013, Boaz kembali dipanggil untuk memperkuat tim nasional Indonesia melawan Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 yang memulai babak baru dalam konflik dualisme liga dan kepengurusan PSSI beberapa tahun ini. Ia mencetak gol cepat di menit ke 5 untuk memberi keunggulan sementara 1-0 bagi Indonesia meskipun akhirnya harus menyerah dengan keunggulan 1-2 bagi Arab Saudi.

Prestasi

Klub
Individu


CF - Bayu Gatra



Bayu Gatra SanggiawanMadura United
Tanggal Lahir:12 Nov 1991 (Usia 25)
Tempat Lahir:Jember
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:160 cm.
Peranan:Striker
Nomor Punggung:18
Tim Nasional:Indonesia


Bayu Gatra Sanggiawan (lahir 12 November 1992; umur 24 tahun) adalah pemain sepak bola asal Indonesia. Pada saat ini ia bermain untuk tim Madura United FC di Indonesia Soccer Championship A.[1] Ia juga bermain untuk tim Persisam Putra Samarinda U-21, di mana ia berada di tim cadangan dengan menghasilkan 4 gol selama dua musim.

Karier

Madura United FC

2016

Bayu membuat debutnya pada pertandingan melawan PS TNI pada pekan pertama Indonesia Soccer Championship A 2016. Ia juga bermain di empat laga setelahnya.[2]
Bayu mencetak gol saat melawan Mitra Kutai Kartanegara pada pekan sembilan. Determinasi dari Bayu yang begitu cepat merangsek masuk kotak penalti tak kuasa dibendung Saepuloh Maulana. Bayu pun dengan mantap menaklukkan Shahar Ginanjar dengan mengarahkan bola ke tiang dekat. Sekaligus membawa Madura meraih kemenangan 3-2.

Penghargaan

Tim



CF - M. Hadi





M. Hadi
Nama Lengkap:Muchlis Hadi Ning Syaifulloh
Tanggal Lahir:26 Okt 1996 (Usia 20)
Negara:Indonesia
Peranan:Striker
Nomor Punggung:-
Tim Nasional:Indonesia U-19


Muchlis Hadi Ning Syaifulloh[1] (lahir di MojokertoJawa Timur26 Oktober 1996; umur 20 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia yang saat ini memperkuat PSM Makassar.[2] Ia adalah bagian dari skuat Tim nasional sepak bola Indonesia yang berposisi sebagai penyerang.

Karier

PSM Makassar

2016

Muchlis berhasil mencetak gol ke gawang Persib Bandung pada pekan sembilan Indonesia Soccer Championship A 2016. Lewat kecepatannya, Muchlis melewati para pemain belakan Persib dan menceploskan bola ke gawang pada menit 81.[4]

Karier internasional

Muchlis merupakan langganan Timnas Indonesia. Ia menjadi bagian skuad timnas U-17 yang menuai prestasi setelah menjadi juara HKFA International Youth Football di Hongkong. 
Pada tahun 2013, dia masih dipercaya pelatihnya di timnas U-17Indra Sjafri yang kemudian melatih timnas U-19 untuk bergabung bersama timnas U-19 untuk mengikuti Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013. Di kejuaraan ini ia turut andil membawa timnas menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya. 
Dua minggu setelahnya, timnas U-19 bertanding di Kualifikasi Kejuaraan U-19 AFC 2014 hasilnya Indonesia lolos untuk ke-16 kalinya.[5] Namun, timnas di Kejuaraan U-19 AFC 2014 tidak bisa lolos dari babak grup sehingga gagal melaju ke Piala Dunia U-20 FIFA 2015.

Kehidupan pribadi

Samsul, sang ayah, adalah mantan stopper tim Assyabab Salim Group Surabaya. Dari pengalaman itulah, Samsul menempa Muchlis untuk menjadi pesepak bola seperti sekarang.

CF - Zulham Zamrun


Zulham M. Zamrun
Nama Lengkap:Zulham M. Zamrun
Tanggal Lahir:19 Feb 1988 (Usia 28)
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:172 cm.
Berat Badan:60 Kg.
Peranan:Gelandang
Nomor Punggung:10
Tim Nasional:Indonesia


Zulham Malik Zamrun (lahir di Ternate19 Februari 1988; umur 28 tahun) adalah pemain sepak bola Indonesia yang sekarang bermain untuk Persib Bandung di Piala Presiden sebagai Striker.[1][2] Caps pertamanya untuk Indonesia dalam pertandingan persahabatan melawan Saudi Arabia pada 7 Oktober 2011, di mana ia bermain sebagai pemain pengganti.

Karier

Klub

Persiter Ternate
Gelandang kanan yang lincah ini memulai karier sepak bola profesionalnya bersama tim kampung halamannya Persiter Ternate pada tahun 2006[3].
Persigo Gorontalo
Hanya bertahan setahun, saudara kembar dari Zulvin Zamrun ini kemudian memperkuat Persigo Gorontalo selama dua musim. Setelah itu, ia hijrah ke Pro Titan pada musim 2009-2010[3].
Persela Lamongan
Kariernya terus melambung hingga direkrut Persela Lamongan untuk mengarungi Indonesia Super League 2010/2011.

Profesional

Penampilan cemerlangnya bersama Persela Lamongan dengan mengemas 16 gol membuat Zulham Zamrun dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia. Penampilan perdananya di timnas adalah saat Indonesia melakoni partai persahabatan melawan Saudi Arabia pada 7 Oktober 2011[3].
Selain itu, Zulham juga bergabung timnas senior pada kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 zona Asia. Dan terakhir, Zulham membela timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2011[3].

Penghargaan

Tim

Persib Bandung

Juara I: 2015

Individu

  • Pemain Terbaik Piala Presiden: 2015
  • Top Skor Piala Presiden: 2015

Kehidupan pribadi

Zulham Zamrun lahir di Ternate, putra Malik Zamrun, saat itu menjadi pemandu bakat untuk tim sepak bola Persiter Ternate. Ia memiliki saudara kembar yang juga berprofesi sebagai pemain sepak bola profesional yaitu Zulvin Zamrun.

MF- Dedi Kusnandar





Dedi KusnandarPersib Bandung
Tanggal Lahir:23 Jul 1991 (Usia 25)
Tempat Lahir:Sumedang
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:175 cm.
Berat Badan:63 Kg.
Peranan:Gelandang
Nomor Punggung:11
Tim Nasional:Indonesia U-23

Dedi Kusnandar (lahir di JatinangorJawa Barat23 Juli 1991; umur 25 tahun) adalah pemain sepak bola asal Indonesiayang saat ini bermain di klub asal Malaysia yaitu Sabah FA[1]. Ia Pernah menjadi Pemain terbaik Liga Super Indonesia U-21musim 2009. Sebelum bergabung dengan Sabah FA, ia bermain di Persib Bandung.

Karier

Junior

Pemuda Sumedang itu mengawali kariernya di SSB UNI Bandung, Lalu Ia Berpindah Ke Persib Bandung U-21, Setelah di Persib U-21, Ia Hengkang Ke Pelita Jaya U-21.

Senior

Dedi mengawali karier seniornya di klub Pelita Jaya FC. Di musim 2012-13, ia berlabuh ke klub Arema Indonesia.setelah itu,ia bergabung di Persebaya Surabaya pada musim 2014.setelah musim 2014 usai,ia menandatangani kontrak dengan Persib Bandung,juara ISL 2014 yang juga merupakan klubnya saat junior. Ia menandatangani kontrak dengan persib pada tanggal 1 Desember 2014 sampai awal tahun 2016.

Prestasi

Klub

Individu